Menanamkan Nilai Akhlak dan Semangat Menuntut Ilmu bagi Mahasantriah Ma’had al-Jami’ah melalui Mahfūẓāt

Padangsidimpuan — Ma’had al-Jami’ah UIN Syahada Padangsidimpuan kembali melaksanakan kegiatan pembinaan akhlak dan karakter bagi mahasantriah melalui penyampaian beberapa Mahfūẓāt, yang diselenggarakan pada Jumat, 02 Januari 2026, pukul 09.00–11.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusias di bawah bimbingan Ustadzah Masdingin Harahap, M.Pd.

Pembinaan ini bertujuan untuk memperkaya khazanah keilmuan dan spiritual mahasantriah melalui pengenalan dan penguatan mahfūẓāt, yakni ungkapan-ungkapan mutiara berbahasa Arab yang sarat dengan nilai akhlak, motivasi belajar, adab penuntut ilmu, serta pembentukan karakter Islami. Mahfūẓāt yang disampaikan dipilih dari kalimat-kalimat singkat, mudah dihafal, namun memiliki makna yang mendalam dan relevan dengan kehidupan keseharian mahasantriah di lingkungan Ma’had.

Dalam penyampaiannya, Ustadzah Masdingin Harahap menekankan bahwa mahfūẓāt tidak hanya untuk dihafal secara lafaz, tetapi lebih jauh harus dipahami maknanya, dihayati pesannya, dan diamalkan dalam sikap serta perilaku sehari-hari, sehingga menjadi nilai hidup yang membentuk kepribadian mahasantriah.

Metode Pembinaan Mahfūẓāt

Kegiatan pembinaan dilaksanakan dengan metode interaktif dan partisipatif, sehingga mahasantriah terlibat aktif dalam setiap tahapan pembelajaran. Adapun metode yang digunakan meliputi:

  1. Pemberian Mahfūẓāt
    Pembina menyampaikan mahfūẓāt secara bertahap kepada mahasantriah. Dalam sesi ini, mahasantriah diperkenalkan dengan beberapa mahfūẓāt pilihan yang mengandung nilai kesungguhan, kesabaran, adab, kejujuran, dan semangat menuntut ilmu.
  2. Talqīn wa Tikrār (Pengulangan)
    Mahasantriah mengulang kembali mahfūẓāt secara bersama-sama dan individu hingga pelafalan serta hafalan menjadi baik dan benar. Metode ini membantu penguatan ingatan sekaligus melatih ketepatan makhraj dan kelancaran pengucapan.
  3. Penjelasan Makna dan Kandungan Nilai
    Setiap mahfūẓah dijelaskan makna bahasa dan pesan moralnya, serta dikaitkan dengan realitas kehidupan mahasantriah, baik dalam konteks belajar, beribadah, maupun bermasyarakat.
  4. Penyampaian oleh Perwakilan Asrama
    Perwakilan dari masing-masing asrama maju ke depan untuk menyampaikan mahfūẓāt yang telah dihafal. Kegiatan ini menjadi sarana melatih keberanian, kepercayaan diri, serta tanggung jawab dalam menyampaikan nilai-nilai kebaikan.

Mahfūẓāt dan Ulasan Nilainya

Beberapa mahfūẓāt yang disampaikan dalam pembinaan ini antara lain:

مَنْ جَدَّ وَجَدَ

“Barang siapa bersungguh-sungguh, maka ia akan mendapatkan (hasil).”

Mahfūẓah ini menanamkan nilai kesungguhan, kerja keras, dan optimisme. Mahasantriah diajak untuk menyadari bahwa keberhasilan dalam menuntut ilmu dan meraih cita-cita tidak datang secara instan, melainkan melalui usaha yang konsisten dan sungguh-sungguh.

مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ

“Barang siapa bersabar, maka ia akan beruntung.”

Ungkapan ini mengajarkan pentingnya kesabaran dalam menghadapi proses belajar, ujian, dan berbagai tantangan kehidupan. Kesabaran menjadi kunci untuk meraih keberhasilan dan keberkahan.

اُطْلُبُوا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ

“Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat.”

Mahfūẓah ini menegaskan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban sepanjang hayat. Mahasantriah didorong untuk memiliki semangat belajar yang berkelanjutan dan tidak mudah merasa puas dengan ilmu yang telah diperoleh.

الْأَدَبُ فَوْقَ الْعِلْمِ

“Adab berada di atas ilmu.”

Kalimat ini menanamkan pemahaman bahwa ilmu harus dibarengi dengan akhlak mulia. Tanpa adab, ilmu dapat kehilangan keberkahan dan bahkan menimbulkan mudarat.

اَلتَّبَسُّمُ فِي وَجْهِ أَخِيكَ صَدَقَةٌ

“Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah.”

Mahfūẓah ini mengajarkan nilai keramahan, kepedulian sosial, dan keindahan akhlak. Sikap sederhana seperti tersenyum dapat menjadi bentuk kebaikan yang bernilai ibadah.

قُلِ الْحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا

“Katakanlah kebenaran walaupun pahit.”

Ungkapan ini membentuk karakter jujur, berani, dan bertanggung jawab dalam bersikap serta menyampaikan kebenaran, meskipun menghadapi risiko atau ketidaknyamanan.

Penutup

Melalui pembinaan ini, diharapkan mahasantriah Ma’had al-Jami’ah UIN Syahada Padangsidimpuan tidak hanya mampu menghafal ungkapan-ungkapan Arab yang indah, tetapi juga memahami, menghayati, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya Ma’had al-Jami’ah membentuk karakter Islami, berakhlak mulia, serta berwawasan keilmuan sebagai identitas mahasantriah UIN Syahada Padangsidimpuan.

Kontributor: Nur Isa Aulia (Musyrifah)