Seminar Ilmiah Ma’had Al-Jami’ah Dorong Mahasantri/ah Raih Beasiswa dan Tembus Pendidikan Internasional

Padangsidimpuan — Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan menyelenggarakan Seminar Ilmiah Tahun 2026 dengan tema “Mahasantri/ah Menguatkan Negeri, Menyongsong Indonesia Emas 2045” pada Sabtu, 24 Oktober 2026, bertempat di Auditorium UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasantri dan mahasantriah sebagai upaya memperkuat wawasan akademik, membangun motivasi berprestasi, serta mempersiapkan generasi muda yang mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Seminar ilmiah tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Muhammad Ridwan, M.H., alumni Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Syahada angkatan kedua tahun 2016 yang kini menjadi dosen pada Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH) UIN Syahada Padangsidimpuan, serta Dr. Amiruddin Kuba, S.Ag., M.A., CWC., Kepala Tim Beasiswa Keagamaan dan Afirmasi, Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia.

Seminar Ilmiah ini dihadiri oleh Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Prof. Dr. Darwis Harahap, M.Si., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaa, Alumni dan Kerjasama, Dr. H. Ikhwanuddin Harahap, M. Ag., Ketua Lembaga Penjaminan Mutu, Dr. M. Syukri Pulungan, M. Psi., Ketua Lembaga Peneitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Putra Halomoan Hasibuan, M.H., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Dr. Adi Sirait, M.H., Kepala UPT. Ma’had Al-Jami’ah, Sylvia Kurnia Ritonga, M. Sy., Muwajjih/ah, Musyrif/ah dan seluruh Mahasantri/ah

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. H. Ikhwanuddin Harahap, M.Ag.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaa, Alumni dan Kerjasama, Dr. H. Ikhwanuddin Harahap, M. Ag. sedang memberikan sambutan sekaligus pembukaan acara secara resmi.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor menyampaikan salam dari Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan sekaligus permohonan maaf karena Rektor belum dapat hadir secara langsung akibat adanya agenda lain yang tidak kalah penting pada waktu bersamaan. Ia juga menyampaikan apresiasi dan sambutan hangat kepada kedua narasumber, khususnya Dr. Amiruddin Kuba yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berbagi pengetahuan serta motivasi kepada mahasantri dan mahasantriah.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti seminar dengan penuh perhatian, menyimak materi yang disampaikan oleh kedua narasumber, serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan dan menggali inspirasi bagi pengembangan diri. Setelah menyampaikan sambutan, Wakil Rektor secara resmi membuka Seminar Ilmiah Ma’had Al-Jami’ah UIN Syahada Tahun 2026.

Testimoni Alumni: Ma’had sebagai Bagian dari Perjalanan Akademik

Testimoni alumni Ma’had Al-Jami’ah oleh Muhammad Ridwan, M.H., sebagai Almuni Ma’had Al-Jami’ah UIN Syahada Padangsidimpuan Angkatan ke-2 Tahun 2016

Sesi pertama menghadirkan Muhammad Ridwan, M.H., yang berbagi pengalaman sebagai alumni Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Syahada angkatan kedua tahun 2016. Kehadirannya memberikan gambaran mengenai perjalanan alumni setelah menyelesaikan masa pembinaan di Ma’had hingga meniti karier sebagai dosen di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Syahada Padangsidimpuan.

Testimoni alumni ini menjadi bagian penting dari seminar karena menghadirkan pengalaman nyata yang dapat dijadikan inspirasi bagi mahasantri dan mahasantriah dalam merancang masa depan. Perjalanan pendidikan dan karier alumni menunjukkan pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu, kedisiplinan, pengembangan kompetensi, serta keberanian untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

Dalam konteks pembinaan di Ma’had Al-Jami’ah, pengalaman alumni juga menjadi pengingat bahwa proses pendidikan tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran sehari-hari, tetapi perlu dilanjutkan dengan upaya mengembangkan potensi akademik, karakter, dan profesionalitas.

“Ma’had Al-Jami’ah merupakan bagian penting dari perjalanan pendidikan dan pembentukan diri. Karena itu, manfaatkan masa pembinaan dengan sebaik-baiknya, bangun kedisiplinan, perkuat ilmu pengetahuan, dan teruslah mengembangkan potensi agar kelak mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan almamater.”

Kemenag Dorong Mahasantri Berani Bermimpi Meraih Beasiswa ke Luar Negeri

Dr. Amiruddin Kuba, S.Ag., M.A., CWC., Kepala Tim Beasiswa Keagamaan dan Afirmasi, Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia selaku Narasumber sedang menyampaikan materi dengan penuh semangat

Pada sesi berikutnya, Dr. Amiruddin Kuba, S.Ag., M.A., CWC., menyampaikan materi mengenai peluang beasiswa pendidikan keagamaan dan strategi mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi, baik di dalam maupun luar negeri. Materi tersebut disampaikan dengan pendekatan motivatif yang mengajak para peserta untuk berani menetapkan cita-cita akademik sekaligus menyusun langkah konkret untuk mencapainya.

Ia mengawali pemaparannya dengan menyoroti pentingnya mempersiapkan sumber daya manusia unggul dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, cita-cita Indonesia menjadi negara maju perlu didukung oleh peningkatan kualitas pendidikan dan ketersediaan sumber daya manusia berpendidikan tinggi, termasuk pada jenjang magister dan doktor.

Dalam konteks tersebut, mahasiswa/i dan mahasantri/ah memiliki peluang untuk mengambil bagian dalam pembangunan bangsa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, mereka perlu membangun orientasi masa depan yang lebih luas dan tidak membatasi cita-cita hanya pada kesempatan yang tersedia di lingkungan terdekat.

Dr. Amiruddin menjelaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Agama menyediakan berbagai skema pembiayaan pendidikan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi. Program-program tersebut mencakup beasiswa bagi santri berprestasi, beasiswa jenjang S1, S2, dan S3, bantuan penyelesaian studi, serta bantuan pendidikan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan.

Salah satu program yang disorot ialah Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), yang memberikan kesempatan kepada santri untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang tersedia sesuai ketentuan program. Ia juga memotivasi peserta agar mengenali berbagai peluang beasiswa, memahami persyaratannya, serta mempersiapkan diri sejak dini agar mampu bersaing dalam proses seleksi.

Pesan tersebut menegaskan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan lanjutan tidak semata-mata ditentukan oleh latar belakang ekonomi atau asal daerah. Dengan persiapan yang terarah, prestasi akademik yang baik, dan komitmen untuk terus belajar, mahasantri/ah memiliki peluang untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi.

Penguasaan Bahasa dan Prestasi Menjadi Kunci Meraih Beasiswa

Narasumber mengajak langsung mahasantri/ah peserta seminar untuk masuk lebih dalam ke materi narasumber dengan langsung menanyakan para peserta terkait materi narasumber

Salah satu poin utama dalam pemaparan Dr. Amiruddin ialah pentingnya penguasaan bahasa sebagai modal untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Ia menekankan bahwa mahasiswa yang bercita-cita melanjutkan studi ke negara berbahasa Inggris perlu mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris, sedangkan mereka yang ingin menempuh pendidikan di kawasan Timur Tengah perlu mengembangkan kemampuan bahasa Arab sesuai kebutuhan program studi dan tujuan pendidikan.

Persiapan tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan bahasa secara bertahap, mengikuti pelatihan yang relevan, serta menargetkan skor tes kemampuan bahasa seperti TOEFL atau IELTS untuk program berbahasa Inggris dan TOAFL atau tes lain yang dipersyaratkan untuk program berbahasa Arab.

Selain kemampuan bahasa, ia menggarisbawahi tiga langkah penting yang perlu dilakukan mahasantri sejak awal masa perkuliahan, yaitu menjaga prestasi akademik dari semester pertama hingga akhir, menguasai bahasa asing sesuai tujuan studi, serta konsisten memenuhi persyaratan beasiswa yang dituju.

Dalam pemaparannya, Dr. Amiruddin juga membagikan pengalaman pendidikannya di luar negeri, termasuk pengalamannya menempuh pendidikan di Australia dan Amerika Serikat. Pengalaman tersebut menjadi ilustrasi bahwa kesempatan belajar di tingkat internasional dapat diraih melalui perencanaan, kesiapan akademik, dan kemampuan memenuhi persyaratan pendidikan.

Ia turut mendorong para peserta untuk berani menentukan negara dan perguruan tinggi tujuan, kemudian menerjemahkan cita-cita tersebut ke dalam rencana persiapan yang terukur. Menurutnya, impian untuk belajar di luar negeri perlu disertai tindakan nyata, bukan hanya menjadi keinginan tanpa perencanaan.

“Kalau teman-teman ingin melanjutkan studi ke luar negeri, mulai hari ini buat perencanaan. Jaga prestasi sejak semester pertama, kuasai bahasa, dan konsisten memenuhi persyaratan beasiswa,” demikian inti pesan yang disampaikan Dr. Amiruddin kepada para peserta.

Ia juga mengajak mahasantri untuk mengembangkan pola pikir global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan identitas kebangsaan. Dengan wawasan yang luas dan kompetensi yang memadai, generasi muda diharapkan mampu bersaing pada tingkat internasional sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara.

Seminar Ilmiah Perkuat Budaya Akademik di Lingkungan Ma’had

Pemberian sertifikat para Narasumber oleh Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Perencanaan Keuangan dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama.

Penyelenggaraan Seminar Ilmiah Ma’had Al-Jami’ah UIN Syahada Tahun 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya akademik dan orientasi masa depan mahasantri serta mahasantriah. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh inspirasi dari pengalaman alumni sekaligus wawasan mengenai peluang pendidikan lanjutan dan strategi mempersiapkan diri untuk meraih beasiswa.

Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara pembinaan keagamaan, pengembangan intelektual, dan peningkatan kompetensi profesional. Mahasantri tidak hanya diharapkan memiliki pemahaman keislaman yang baik, tetapi juga mampu mengembangkan prestasi, menguasai keterampilan yang dibutuhkan, serta beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Untuk menjaga kestabilan fokus dan semangat seluruh peserta seminar, Ma’had Al-Jami’ah menghadirkan hiburan selingan berupa 2 penampilan hadroh dari asrama Putra dan asrama Putri serta penampilan Band yang pesertanya merupakan Mahasantri peminatan Band saat ini dan alumni Mahasantri/ah tahun lalu yang juga mengikuti peminatan Band sewaktu menjadi Mahasantri/ah.

Melalui seminar tersebut, Ma’had Al-Jami’ah UIN Syahada Padangsidimpuan diharapkan terus menjadi lingkungan pembinaan yang mendorong lahirnya generasi muda berkarakter, berwawasan luas, dan memiliki daya saing. Mahasantri dan mahasantriah diharapkan mampu memanfaatkan setiap peluang pendidikan untuk meningkatkan kualitas diri serta mengambil peran strategis dalam pembangunan masyarakat dan bangsa.

Semangat “Mahasantri/ah Menguatkan Negeri, Menyongsong Indonesia Emas 2045” pada akhirnya menjadi ajakan bagi seluruh peserta untuk menjadikan pendidikan sebagai jalan pengabdian. Dengan memperkuat ilmu, akhlak, prestasi, dan kemampuan berkompetisi, mahasantri diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya siap menghadapi masa depan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya Indonesia yang maju, berdaya saing, dan bermartabat.