Launching Bahasa Diresmikan, Ma’had Dorong Mahasantri/ah Kuasai Bahasa sebagai Kompetensi Masa Depan

Padangsidimpuan — Ma’had Al-Jami’ah UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan secara resmi meluncurkan Program Bahasa Ma’had Al-Jami’ah sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi kebahasaan dan mempersiapkan mahasantri/ah agar memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik dalam menghadapi tuntutan akademik, dunia kerja, serta kehidupan bermasyarakat dan global.

Launching Bahasa tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026, mulai pukul 20.30 WIB hingga selesai, dan diikuti oleh jajaran pimpinan, ustadz/ah, musyrif/ah, serta seluruh mahasantri/ah Ma’had Al-Jami’ah UIN Syahada Padangsidimpuan.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UIN Syahada oleh seluruh peserta. Acara kemudian dibuka oleh tiga orang MC, yakni M

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UIN Syahada oleh seluruh peserta. Acara kemudian dibuka oleh tiga orang MC, yakni Muhammad Riski, Riska Awaliyah, dan Farhan Yazid, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Habib Arrahmadani dari Surah Al-Mujadilah ayat 11 serta pembacaan doa oleh Tifli Fauzan.

Mudirah: Program Ma’had Berjalan, Pembinaan Bahasa dan Al-Qur’an Terus Diperkuat

Mudirah Ma’had Al-Jami’ah UIN Syahada Padangsidimpuan, Ustadzah Sylvia Kurnia Ritonga, Lc., M.Sy., dalam sambutannya menyampaikan penghormatan kepada Wakil Rektor I Prof. Dr. Arbanur Rasyid, M.A., Dekan FEBI Prof. Dr. H. Fatahuddin Aziz Siregar, M.Ag., para ustadz/ah, musyrif/ah, serta seluruh mahasantri/ah yang hadir.

Ia mengawali sambutannya dengan doa agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh mahasantri/ah.

Dalam kesempatan tersebut, Mudirah menyampaikan laporan perkembangan pelaksanaan program Ma’had. Sejak 24 Agustus 2026, berbagai program wajib telah berjalan dengan baik. Program tersebut meliputi Qira’ah malam yang dilaksanakan pada Minggu hingga Rabu malam, Shobahul Lughah pada Senin hingga Jumat pagi, serta Ta’lim Al-Qur’an (Pembinaan Ibadah) pada hari Sabtu yang dibimbing oleh ustadz/ah dan musyrif/ah.

Selain itu, Pembinaan Fikih Ibadah dan Pembinaan Karakter juga dilaksanakan pada Sabtu pagi setelah kegiatan Ta’lim Al-Qur’an. Sementara itu, program peminatan telah mulai dilaksanakan sejak minggu pertama September 2026.

Adapun program peminatan yang tersedia meliputi Tilawah Al-Qur’an, Tahfidz Al-Qur’an, Qira’atul Kutub, Kaligrafi, Pencak Silat, Band, Futsal, dan Voli.

Placement Al-Qur’an Petakan Kemampuan Mahasantri/Ah

Dalam laporannya, Mudirah juga memaparkan hasil Placement Al-Qur’an yang dilaksanakan selama empat hari setelah mahasantri/ah datang ke asrama. Tes tersebut terdiri atas 90 persen kemampuan membaca Al-Qur’an dan 10 persen kemampuan menulis Al-Qur’an.

Hasil placement menunjukkan bahwa kemampuan mahasantriah terbagi ke dalam tiga kategori, yakni mubtadi’ (dasar) sebanyak 211 orang, mutawassith sebanyak 368 orang, dan mutaqaddim sebanyak 590 orang.

Sementara itu, dari kelompok mahasantri, terdapat 76 orang kategori mubtadi’ (dasar), 79 orang kategori mutawassith, dan 138 orang kategori mutaqaddim.

Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, terdapat 288 mahasantri/ah yang memerlukan pembinaan ekstra, sehingga membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih intensif dari para ustadz/ah dan musyrif/ah.

Mudirah menegaskan bahwa hasil placement tersebut menjadi salah satu dasar penting bagi Ma’had dalam menyusun pola pembinaan yang lebih terarah sesuai dengan kemampuan masing-masing mahasantri/ah.

Dalam sambutannya, Mudirah juga mengingatkan mahasantri/ah agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak, termasuk penggunaan Artificial Intelligence (AI) sebagai salah satu sarana pendukung dalam proses belajar dan berlatih bahasa.

Bahasa Bukan Sekadar Mata Kuliah, tetapi Kompetensi untuk Kehidupan

Rangkaian launching kemudian dilanjutkan dengan penampilan Pop Song Duet yang dikolaborasikan oleh mahasantri/ah, sebelum memasuki sesi utama bersama narasumber, Nora Almaisi Harahap, S.Pd.

Dalam pemaparannya, Nora menjelaskan bahwa mempelajari bahasa bukan sekadar untuk mengetahui kosakata atau memahami struktur bahasa, melainkan agar seseorang mampu menggunakan bahasa untuk mengakses dunia.

Menurutnya, bahasa bukan hanya sekadar mata kuliah, tetapi merupakan kompetensi yang dibutuhkan dalam kehidupan, baik untuk belajar, bekerja, maupun membangun relasi dengan orang lain.

Bahasa juga menjadi alat penting untuk menyampaikan gagasan, pemikiran, dan informasi kepada orang lain. Karena itu, kemampuan bahasa Arab maupun bahasa Inggris tidak hanya relevan bagi mahasiswa dari program studi bahasa, tetapi juga dapat menjadi kompetensi tambahan bagi mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan.

Penguasaan bahasa, lanjutnya, dapat membuka peluang untuk membangun relasi yang lebih luas dengan masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk masyarakat internasional. Dalam konteks dunia kerja, kemampuan berbahasa juga dapat menjadi nilai tambah bagi seseorang dalam mengembangkan peluang profesional.

Nora juga mengajak mahasantri/ah untuk mengubah pola pikir yang selama ini dapat menjadi penghambat dalam belajar bahasa. Menurutnya, kesulitan belajar bahasa sering kali bukan semata-mata disebabkan oleh bahasa itu sendiri, tetapi oleh pikiran yang mengatakan, “Aku takut salah,” “Aku tidak punya waktu,” “Aku belum lancar,” atau “Aku malu bicara.”

Untuk membangun kemampuan bahasa menjadi sebuah kebiasaan, ia memperkenalkan empat langkah sederhana, yakni Dengar, Tiru, Pakai, dan Ulangi.

Satu perbuatan kecil untuk berubah yang dilakukan secara rutin akan mengubah hidup kita. Karena itu, jangan menunggu sempurna untuk mulai berbahasa. Mulailah dari mendengar, meniru, menggunakan, kemudian mengulanginya secara konsisten,” demikian inti pesan yang disampaikan narasumber kepada para mahasantri/ah.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan musikalisasi mufradat dari Asrama Putra dan musikalisasi mufradat dari Asrama Putri. Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana belajar bahasa yang kreatif, komunikatif, dan menyenangkan di lingkungan Ma’had.

Wakil Rektor I: Manfaatkan Masa di Ma’had untuk Memperkuat Kompetensi

Pada puncak kegiatan, Wakil Rektor I UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Prof. Dr. Arbanur Rasyid, M.A., menyampaikan arahan dan bimbingan sekaligus membuka secara resmi Launching Bahasa Ma’had Al-Jami’ah.

Dalam arahannya, Prof. Arbanur Rasyid menyampaikan bahwa Ma’had Al-Jami’ah menunjukkan perkembangan yang signifikan setelah berada di bawah kepemimpinan Mudirah Ustadzah Sylvia Kurnia Ritonga, Lc., M.Sy. Ia melihat berbagai program yang dijalankan Ma’had semakin berkembang dan menunjukkan arah pembinaan yang semakin baik.

Ia juga mengingatkan seluruh mahasantri/ah agar memanfaatkan kesempatan selama berada di Ma’had. Menurutnya, masa pembinaan di Ma’had relatif singkat, yakni sekitar satu tahun atau dua semester, sehingga waktu tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal untuk memperoleh berbagai bekal keilmuan dan keterampilan.

Prof. Arbanur Rasyid turut menekankan pentingnya penguasaan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai bagian dari pengembangan keilmuan dan kompetensi mahasiswa.

Ia menguatkan kembali pesan narasumber bahwa bahasa memiliki peranan penting dalam membuka akses terhadap berbagai sumber ilmu pengetahuan serta memperluas peluang seseorang dalam kehidupan akademik dan profesional.

Ilmu itu sebenarnya sumbernya dari bahasa Arab dan bahasa Inggris. Dengan kemampuan berbahasa, akan lebih mudah bagi kita untuk mengakses ilmu dan nantinya menjadi bekal dalam kehidupan, termasuk dalam mendapatkan pekerjaan.” ujarnya.

Ikrar Komitmen dan Peresmian Launching Bahasa

Pembacaan Ikrar Komitmen untuk menggunakan Bahasa Arab-Inggris dalam komunikasi sehari-hari di Ma’had Al-Jami’ah yang diwakili oleh mahasantri/ah setiap asrama dan diikuti oleh seluruh Mahasantri/ah

Sebagai bentuk kesungguhan dalam menjalankan program, seluruh mahasantri/ah kemudian mengikuti pembacaan ikrar komitmen berbahasa. Ikrar tersebut menjadi simbol kesediaan bersama untuk membangun lingkungan Ma’had yang mendukung pembiasaan penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, Prof. Dr. Arbanur Rasyid, M.A. secara resmi membuka Launching Bahasa Ma’had Al-Jami’ah UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan dengan membaca basmalah.

Peresmian tersebut disaksikan oleh Dekan FEBI Prof. Dr. Fatahuddin Aziz Siregar, M.Ag., Mudirah Ma’had Al-Jami’ah Ustadzah Sylvia Kurnia Ritonga, Lc., M.Sy., para ustadz/ah, musyrif/ah, serta seluruh peserta kegiatan dan ditandai secara simbolik dengan pemotongan pita.

Launching Bahasa ini menjadi momentum penting bagi Ma’had Al-Jami’ah dalam memperkuat ekosistem pembelajaran bahasa di lingkungan asrama. Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi pembiasaan yang terintegrasi dalam aktivitas keseharian mahasantri/ah.

Melalui pembiasaan yang konsisten, dukungan ustadz/ah dan musyrif/ah, serta pemanfaatan teknologi secara bijak, Ma’had Al-Jami’ah terus mendorong lahirnya mahasantri/ah yang memiliki kemampuan komunikasi, wawasan keilmuan, kreativitas, dan kesiapan menghadapi tantangan kehidupan akademik maupun sosial.

Kegiatan Launching Bahasa kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh pimpinan, narasumber, ustadz/ah, musyrif/ah, dan mahasantri/ah sebagai dokumentasi sekaligus penanda dimulainya komitmen bersama dalam membangun budaya berbahasa di Ma’had Al-Jami’ah UIN Syahada Padangsidimpuan.