Praktik Fardhu Kifayah, Ma’had Al-Jami’ah UIN Syahada Bekali Mahasantri Pemahaman Pengurusan Jenazah

Ma’had Al-Jami’ah UIN Syahada Padangsidimpuan melaksanakan kegiatan praktik fardhu kifayah yang bertempat di Kuttab Ma’had Al-Jami’ah pada Kamis, 14 Mei 2026 mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menghadirkan Al Akh Diki Saputra Hasibuan sebagai pemateri dan diikuti oleh para muwajjih serta mahasantri dengan penuh antusias.

Kegiatan praktik fardhu kifayah ini dilaksanakan sebagai bentuk pembinaan keagamaan sekaligus pembekalan keterampilan dasar bagi mahasantri dalam proses pengurusan jenazah sesuai syariat Islam. Materi yang dipraktikkan meliputi tata cara memandikan, mengkafani, menyolatkan, hingga proses penguburan jenazah.

Pelaksanaan kegiatan tersebut juga menjadi sarana pengisian kegiatan positif di masa libur mahasantri. Selain memberikan wawasan teoritis, kegiatan ini dirancang agar mahasantri memperoleh pengalaman langsung sehingga nantinya mampu terjun dan berkontribusi di tengah masyarakat ketika dibutuhkan dalam pelaksanaan fardhu kifayah.

Pemateri menyampaikan materinya dengan sangat semangat dan para peserta menyimak dengan sangat antusias

Dalam penyampaiannya, Al Akh Diki Saputra Hasibuan yang merupakan alumni Ma’had sekaligus mahasiswa semester VIII UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan menegaskan pentingnya kesiapan generasi muda dalam memahami tata cara pengurusan jenazah.

“Kita semua memiliki keluarga dan orang tua, maka dari itu kita harus mempersiapkan diri agar bisa memberikan pelayanan terbaik di akhir hayat mereka,” ujar Al Akh Diki Saputra Hasibuan.

Pada sesi praktik, pemateri menjelaskan bahwa ketika menjumpai jenazah dengan kondisi mata terbuka, maka dianjurkan untuk mengusap wajah dan menutup mata jenazah sambil mengucapkan, “Bismillaah ‘alaa millati Rasulillah.” Selain itu, peserta juga diajarkan doa-doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika melihat jenazah.

Dalam praktik memandikan jenazah, peserta dibimbing mengenai tata cara pelaksanaan yang sesuai syariat, mulai dari persiapan ruangan tertutup, penggunaan air bersih, air sabun atau air bidara, hingga air kapur barus. Pemateri juga menekankan pentingnya menjaga adab dan kehormatan jenazah selama proses berlangsung.

Pemateri memandu proses memandikan jenazah

Selanjutnya, pada tahap mengkafani jenazah, mahasantri diperkenalkan mengenai jumlah kain kafan bagi jenazah laki-laki dan perempuan, tata cara membentangkan kain kafan, penggunaan tali pengikat, hingga proses membungkus jenazah sesuai ketentuan yang dianjurkan dalam Islam.

Tidak hanya itu, peserta juga mempraktikkan tata cara pelaksanaan salat jenazah, mulai dari posisi imam dan jenazah, susunan saf, hingga bacaan pada setiap takbir dalam salat jenazah. Seluruh rangkaian praktik dilaksanakan secara langsung dengan bimbingan pemateri agar mahasantri dapat memahami setiap tahapan secara benar dan terstruktur.

Pemateri memandu pelaksanaan shalat jenazah

Melalui kegiatan ini, Ma’had Al-Jami’ah berharap para mahasantri memiliki pemahaman yang baik mengenai pelaksanaan fardhu kifayah serta mampu mengamalkannya di tengah masyarakat sesuai dengan rukun, syarat, dan sunnah-sunnah yang dianjurkan dalam syariat Islam.

– Galeri Foto Kegiatan –