Jaga Kesehatan dan Kebersihan, Ma’had Al-Jami’ah Edukasi Mahasantriah tentang Menstruasi dan Pembalut Kain
Padangsidimpuan — Ma’had Al-Jami’ah UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan terus memperkuat pembinaan mahasantriah melalui perpaduan edukasi kesehatan dan pemahaman keagamaan. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Fikih Ibadah bertajuk “Sosialisasi Penggunaan Pembalut Kain, Edukasi Kesehatan dan Fikih Ibadah” yang dilaksanakan di Kuttab Ma’had Al-Jami’ah UIN Syahada Padangsidimpuan, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut menghadirkan Ny. YusroYani, S.Tr.Keb. sebagai narasumber dan diikuti oleh mahasantriah Ma’had Al-Jami’ah UIN Syahada Padangsidimpuan. Pembinaan ini menjadi ruang edukasi bagi mahasantriah untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai menstruasi atau haid, kebersihan organ reproduksi, pola hidup sehat, penggunaan pembalut secara higienis, serta ketentuan fikih yang berkaitan dengan haid.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa menstruasi merupakan bagian alami dari siklus reproduksi perempuan. Menstruasi terjadi sebagai bagian dari proses perubahan hormonal dalam tubuh ketika tidak terjadi pembuahan, sehingga lapisan rahim yang sebelumnya dipersiapkan untuk kehamilan mengalami peluruhan dan keluar dalam bentuk darah menstruasi.

Pemahaman mengenai proses tersebut dinilai penting agar mahasantriah mampu mengenali perubahan yang terjadi pada tubuhnya secara tepat. Menstruasi, menurut penjelasan narasumber, bukanlah sesuatu yang perlu dianggap memalukan ataupun ditakuti, melainkan bagian alami dari kehidupan perempuan yang perlu dipahami dan dijaga dengan baik.
Selain pemahaman mengenai menstruasi, aspek kebersihan organ reproduksi menjadi salah satu materi yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut. Mahasantriah diingatkan untuk menjaga kebersihan diri, khususnya selama masa menstruasi, dengan memperhatikan kebersihan area kewanitaan serta menggunakan pembalut yang bersih dan nyaman.
Narasumber juga memperkenalkan pembalut kain sebagai salah satu alternatif pembalut menstruasi yang dapat digunakan kembali. Dalam penggunaannya, aspek kebersihan menjadi hal yang sangat penting. Pembalut kain perlu dicuci hingga benar-benar bersih, dikeringkan secara sempurna, kemudian disimpan pada tempat yang bersih dan kering sebelum digunakan kembali.
Edukasi tersebut diharapkan dapat membuat mahasantriah lebih bijak dalam menentukan pilihan dan memahami bahwa penggunaan pembalut, termasuk pembalut kain, harus tetap memperhatikan prinsip kebersihan dan kesehatan.
Tidak hanya berbicara mengenai kesehatan reproduksi, pembinaan juga diarahkan pada penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Mahasantriah diingatkan untuk memperhatikan asupan makanan bergizi, mencukupi kebutuhan air putih, mengonsumsi buah-buahan, berolahraga secara teratur, serta menghindari konsumsi berbagai zat yang tidak diperlukan oleh tubuh.
Pembinaan kemudian diperkaya dengan perspektif keislaman, khususnya mengenai pentingnya menjaga diri dan kehormatan dalam kehidupan sehari-hari. Mahasantriah diberikan pemahaman agar mampu menjaga batasan dalam pergaulan serta menghindari perilaku yang bertentangan dengan ajaran Islam dan dapat membawa dampak negatif bagi diri maupun masa depan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman mahasantriah terhadap persoalan fikih ibadah yang berkaitan dengan kondisi haid. Dengan demikian, pengetahuan tentang menstruasi tidak hanya dipahami dari sisi kesehatan, tetapi juga ditempatkan dalam kerangka pelaksanaan ibadah dan kehidupan seorang muslimah.
Mahasantriah juga sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, ditunjukkan dengan aktifnya mahasantriah mengajukan pertanyaan kepada narasumber guna untuk menggali ilmu narasumber lebih dalam lagi. Hal ini tentunya sangat diperlukan agar hal-hal yang perlu diketahui bisa terarah dengan baik melalui jawaban dari ahli dalam bidang tersebut.



Melalui pembinaan tersebut, mahasantriah diharapkan mampu mengenali kondisi tubuhnya, menjaga kebersihan dan kesehatan reproduksi, menggunakan pembalut secara higienis, menerapkan pola hidup sehat, serta memahami ketentuan fikih yang berkaitan dengan haid.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pembinaan di Ma’had Al-Jami’ah tidak hanya berorientasi pada penguatan pengetahuan keagamaan, tetapi juga membekali mahasantriah dengan pengetahuan praktis yang dekat dengan kehidupan mereka. Perpaduan antara pemahaman kesehatan dan nilai-nilai keislaman diharapkan dapat membentuk mahasantriah yang lebih sadar terhadap kesehatan, mampu menjaga diri, serta bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslimah.
